Bahasa Indonesia Terbawa Arus Perubahan Zaman
Tema :
Terkikisnya Kecintaan Generasi Muda Terhadap Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia
Terbawa Arus Perubahan Zaman
Nama : Novi
Intan Dwirizky
Prodi : D-IV
Keperawatan Lawang
Salah satu identitas sebuah negara
adalah bahasa, begitu pula dengan Negara Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan
alat pemersatu seluruh manusia yang ada di negeri ini, bagaimana tidak? Ketika
seluruh penjuru bangsa berkumpul menjadi satu dan berbicara dengan khas daerah
masing-masing dan dengan keunikan tersendiri, dimana tidak ada yang saling
mengerti, maka bahasa Indonesia lah yang digunakan agar dapat mengerti apa yang
dimaksud. Untuk itu mempelajari dan mengerti bahasa Indonesia sangat
diperlukan.
Generasi muda adalah masa dimana
jiwa seseorang sedang dalam kondisi yang labil sehingga dapat berubah-ubah
perasaan dan pemikirannya. Salah satu contoh, mudah sekali terpengaruh.
Misalnya berkomunikasi dengan teman sebaya menggunakan bahasa isyarat atau bahasa
tubuh yang hanya dimengerti oleh si pelaku saja.
Seiring dengan berjalannya waktu,
kecanggihan teknologi serta globalisasi dunia menjadi pengaruh yang sangat kuat
di seluruh dunia termasuk Indonesia.
Salah satu dampak yang terlihat adalah penggunaan bahasa, terutama di
kalangan anak muda. Sebagai contoh para remaja sering kali menulis status di
media sosial mereka dengan istilah asing seperti “get well soon, take care, thank you” dan masih banyak lagi. Dalam
hal-hal kecil pun kebanyakan memakai bahasa asing, misalnya saat kaget
kebanyakan orang berkata “oh my good”
bukan “ya tuhan” ataupun “astaga”. Saat berbicara dengan rekan-rekannya pun
memakai bahasa asing supaya terlihat lebih gaul, pintar atau hanya sekedar
ikut-ikut an saja. Ada pula yang mencampurkan antara bahasa Indonesia dengan
bahasa asing sehingga menjadi bahasa yang aneh didengar di telinga.
Lantas bagaimana dengan bahasa
Indonesia itu sendiri, kecintaan seakan memudar, kebanggan seakan tak ada.
Faktor-faktor yang mempengaruhi hilangnya kepercayaan terhadap bahasa Indonesia
antara lain kurangnya pengenalan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari,
karena kebanyakan bahasa yang dikenalkan pertama kali adalah bahasa ibu yaitu
bahasa daerah masing-masing. Bahasa Indonesia mulai diperkenalkan ketika
memulai pendidikan di sekolah dasar hingga jenjang sekolah yang paling tinggi.
Namun sayangnya terkadang para pemuda justru kurang memahami bahasa sendiri, sebagai contoh kerap kali mendapatkan nilai
yang kurang dibanding dengan pelajaran bahasa lain padahal bahasa Indonesia
adalah bahasa sendiri. Faktor yang lain adalah menggunakan bahasa Indonesia
diumpamakan sebagai anak pejabat tinggi, sehingga terasa canggung saat
berkomunikasi karena merasa belum terbiasa. Juga terlalu rumit untuk memakai bahasa
Indonesia karena harus memakai aturan-aturan dan kaidah tertentu jadi para
pemuda malas untuk menggunakannya.
Dampak dari lunturnya kecintaan bahasa
Indonesia ini adalah menurunnya tingkat kesopanan generasi muda terhadap orang
yang lebih tua. Tak hanya itu penggunaan bahasa Indonesia tidak digunakan
sesuai dengan aturan dan kaidah yang ada sehingga bahasa Indonesia digunakan
se-enaknya. Sikap yang seharusnya dilakukan oleh generasi muda adalah
mencintai, mengerti serta memahami dan harus memiliki rasa bangga terhadap bahasa
Indonesia. Tetap menerima budaya dari luar namun harus selektif dan bijaksana
dalam memilih keputusan, mengambil yang baik serta bermanfaat dan membuang atau
menolak budaya yang tidak sesuai.
Komentar
Posting Komentar